• GoldenTin Official
  • goldentin.id
5 Makanan Fermentasi Kekinian dan Manfaatnya Buat Kesehatan Usus
Illustrasi: Envato

5 Makanan Fermentasi Kekinian dan Manfaatnya Buat Kesehatan Usus

   | 

Akhir-akhir ini, makanan fermentasi makin sering nongol di restoran, kafe, bahkan jadi topik hangat di media sosial. Banyak orang mulai penasaran karena nggak cuma unik rasanya, tapi juga punya segudang manfaat buat kesehatan usus. 

Faktanya, makanan fermentasi adalah hasil dari proses alami di mana mikroorganisme baik seperti bakteri atau ragi bekerja mengubah rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi suatu bahan. Hasilnya? Bukan cuma cita rasa yang khas, tapi juga manfaat besar untuk pencernaan dan daya tahan tubuh.

Nah, buat kamu yang suka ikut tren kuliner sehat, berikut adalah 5 makanan fermentasi kekinian yang nggak cuma enak tapi juga ramah buat pencernaan.

1. Kimchi

Siapa sih yang nggak kenal kimchi? Hidangan asal Korea Selatan ini lagi naik daun banget, apalagi dengan maraknya K-drama dan K-pop. Kimchi terbuat dari sawi putih atau lobak yang difermentasi dengan cabai, bawang putih, jahe, dan aneka bumbu khas Korea. Rasanya pedas, asam, dan segar, cocok banget dijadikan pendamping nasi hangat atau bahkan topping mie instan.

Kimchi kaya probiotik yang bisa menambah bakteri baik dalam usus. Selain itu, kandungan serat dari sayurannya membantu melancarkan BAB. Buat kamu yang sering sembelit, kimchi bisa jadi menu seru sekaligus menyehatkan.

Funfact: Beberapa penelitian juga menyebut kalau konsumsi rutin kimchi bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan imunitas tubuh.

2. Kombucha

Minuman teh fermentasi ini sempat viral di kalangan anak muda karena dianggap sebagai minuman sehat pengganti soda. Rasanya asam, sedikit manis, dan punya sensasi berkarbonasi alami. Biasanya kombucha punya varian rasa buah seperti lemon, berry, atau mangga, yang bikin rasanya makin segar.

Kombucha mengandung asam organik dan probiotik yang mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Selain itu, minuman ini bisa bantu proses detoks alami tubuh dan meningkatkan energi. Buat pemula, sebaiknya mulai dengan porsi kecil, karena kombucha punya efek cukup kuat pada pencernaan. Kalau cocok, baru deh nikmati secara rutin.

3. Tempe

Meski asli Indonesia, tempe kini masuk daftar makanan fermentasi yang dianggap superfood oleh dunia internasional. Tempe dibuat dari fermentasi kedelai dengan jamur Rhizopus. Teksturnya padat, rasanya gurih, dan bisa diolah jadi berbagai hidangan, dari tempe goreng, oseng, hingga burger tempe ala vegetarian.

Kandungan probiotik dalam tempe bisa membantu menyeimbangkan flora usus. Selain itu, tempe tinggi protein nabati dan serat yang baik untuk pencernaan serta bikin kenyang lebih lama. Nggak heran kalau tempe sekarang sering muncul di restoran sehat sebagai pengganti daging.

Karena tempe juga kaya vitamin B12, makanan ini sangat bermanfaat buat kamu yang sedang menjalani pola makan vegetarian atau vegan.

4. Kefir

Sekilas mirip yoghurt, tapi kefir punya tekstur lebih cair dan rasanya lebih tajam. Kefir dibuat dari fermentasi susu dengan butiran kefir yang mengandung bakteri asam laktat dan ragi. Minuman ini populer di Eropa Timur, tapi kini sudah banyak dijual di supermarket dan kafe modern.

Kefir kaya akan probiotik, bahkan lebih bervariasi dibanding yoghurt biasa. Kandungan ini bisa bantu mengurangi masalah pencernaan seperti kembung, diare, hingga sindrom iritasi usus (IBS). Kefir juga mengandung kalsium, protein, serta vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang.

5. Sauerkraut

Mirip kimchi, tapi berasal dari Jerman. Sauerkraut adalah kubis yang difermentasi dengan garam tanpa tambahan bumbu pedas. Rasanya asam segar dan biasanya dijadikan pendamping sosis, sandwich, atau burger. Di beberapa restoran Eropa, sauerkraut jadi menu klasik yang wajib dicoba.

Sauerkraut tinggi serat, vitamin C, dan probiotik. Kombinasi ini bikin sistem pencernaan lebih sehat sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Karena rendah kalori, makanan ini juga cocok buat kamu yang lagi jaga berat badan.

Untuk ide penyajiannya coba tambahkan sauerkraut di atas roti lapis atau hotdog buatan sendiri. Rasanya unik sekaligus bikin hidangan terasa lebih segar.

Tips Menikmati Makanan Fermentasi

  • Mulai dengan porsi kecil, biar usus bisa beradaptasi dengan baik.
  • Kombinasikan dengan makanan berserat lain seperti buah dan sayur.
  • Pilih produk fermentasi alami tanpa tambahan gula atau pengawet berlebihan.
  • Jangan konsumsi berlebihan, karena bisa bikin perut kembung.
  • Sesuaikan dengan kebutuhan tubuh, terutama kalau punya riwayat asam lambung atau intoleransi laktosa.

Makanan fermentasi bukan cuma tren, tapi juga investasi buat kesehatan usus. Dari kimchi yang pedas segar, kombucha yang menyegarkan, sampai tempe yang sudah jadi makanan sehari-hari, semua punya manfaat luar biasa buat pencernaan. 

Ditambah lagi ada kefir dan sauerkraut yang unik rasanya, kelimanya bisa jadi pilihan menarik untuk menemani gaya hidup sehatmu. 

Jadi, kalau mau ikut tren sehat sekaligus menjaga tubuh tetap fit, coba deh salah satu dari 5 makanan fermentasi kekinian ini. Nggak cuma bikin usus bahagia, tapi juga bikin badan lebih bertenaga, kulit lebih cerah, dan mood lebih stabil. Intinya, makanan fermentasi bisa jadi sahabat baru buat gaya hidup sehat kekinian!